Tari Burung Gagak
Oleh :
1. Endro Jemono (150611100104)
2. Zumrotun Nisa'il Fudhla (150611100105)
3. Dini Nur Imami (150611100103)
4. Mifta Nur Diana (150611100115)
5. Elsa Zuliyanti (150611100106)
6. Ayu Ambar Wati (150611100087)
7. Lailatus Syarifah (150611100117)
Sinopsis Burung Gagak
Setiap pagi seekor burung keluar dari sarangnya untuk mencari makan.
Ia sama sekali tidak memiliki tujuan ke mana dan di mana ia harus mendapatkan
makanan. Karenanya, tak jarang ia pulang dengan tangan hampa. Ia tak dapat
membawa makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya.Namun terkadang ia bisa
pulang dengan perut kenyang dengan membawa makanan untuk keluarganya juga. Ia
bahkan terbiasa ‘puasa’ karena makanan yang ia peroleh hanya cukup untuk
keluarganya.Seekor burung sering kekurangan dan kelaparan karena ia tidak
memiliki ‘kantor’ yang tetap. Sedangkan, lahan tempat ia mencari makan telah
banyak di serobot dan di rusak manusia. Tapi lihatlah! Seekor burung tidak
pernah mencoba bunuh diri. Ia tidak pernah dengan sengaja terbang menukik dari
ketinggian dan membenturkan kepalanya ke batu cadas. Ia tidak pernah
menenggelamkan diri ke dalam sungai. Ia juga tidak pernah dengan sengaja
menabrakkan diri ke arah mobil yang sedang melaju di jalanan.Seekor burung
selalu optimis dan yakin akan rezeki yang Tuhan janjikan. Meski sedang
kekurangan dan kelaparan, seekor burung tetap berkicau merdu dan menyambut hari
dengan riangnya. Ia tampak menyadari siklus kehidupan. Adakalanya ia berada di
atas,mendapat banyak makanan dan memiliki rezeki yang lebih.Namun adakalanya
juga ia berada di bawah. Menahan lapar, dan hidup kekurangan. Hidupnya
seringkali terancam punah. Tapi ia tak pernah mengeluh.Ia tetap menjalani
harinya dengan rasa syukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar